Saturday, February 25, 2023

TULISAN GURU - WULAN RATNASARI, S.Pd

 


Aku Adalah Musuhku

Karya: Wulan Ratnasari, S.Pd.

Gelap…

Saat ku terbangun dari tidur siang. Rasanya hanya sebentar tapi kini sudah gelap. Tanganku menggapai mencari celah cahaya yang mungkin saja tertutup. Tanganku berhenti dan mulai meraba-raba apa yang ada di sebelah kanan tubuhku. Basah. Tidak, ini lembab. Tapi ini apa? Baru saja otakku mencari jawaban tiba-tiba ada yang memukul wajahku dengan keras.  

“Byur!...” suara air yang terasa begitu dingin.

“Bangun!! Kau tidak akan pergi kuliah?” teriak ibu seraya membangunkanku.

Alarm HP ku tidak terdengar, aku sama sekali tidak mendengar apapun. Aku langsung mandi secepat kilat karena hari ini ada jadwal praktikum di kampus.

Aku tidak bisa beranjak memikirkan mimpi yang tadi terjadi dalam tidurku. Terasa begitu nyata sehingga aku merasakan kesakitan saat wajahku dipukul. Satu hal lagi, apa yang sudah aku peagang tadi?

Masih dalam kebingungan, Kelly –sahabat  lamaku- menghampiriku dengan dua gelas es kopi di tangannya. Tentunya dia langsung memberikan salah satunya kepadaku.

Menikmati kopi di bawah pohon rindang membuatku menjadi melamun. Ya, isi lamunanku adalah mimpiku tadi.

Hari mulai gelap, matahari kembali ke peraduannya. Begitupun dengan aku yang sejak jam 5 sore sudah berada di rumah. Hari ini tidak begitu melelahkan, namun rasa kantuk cepat sekali menghampiri.

Pukul 8 malam aku sudah masuk kamar, bermain game sambil rebahan di kasur adalah kegiatan yang paling aku suka. Tiba-tiba mataku mulai mengatup dan aku tertidur.

“Bagaimana? Airnya dingin kan?” suara yang aku kenali.

Perlahan mataku terbuka dan betapa terkejutnya saat melihat apa yang ada di hadapanku. Sontak aku mundur sambil terus terpana melihat sosok itu.

“Tidak usah takut, aku adalah dirimu. Akulah yang kemarin hadir di mimpimu. Aku jugalah yang sering mengganggu lamunanmu” ujarnya dengan tatapan tajam.

Aku terdiam sambil setengah menganga. Wajahnya, tubuhnya, suaranya, dan semuanya sama persis dengan aku.

“Musuh terbesarmu adalah aku! Akulah musuh terbesar dalam hidupmu. Kalahkan aku atau aku yang akan mengalahkanmu!”

Suara adzan subuh berkumandang…

Aku kembali tersadar dari mimpiku malam ini. Kalimat terakhirnya terngiang-ngiang di telingaku seperti dia sedang berbisik. Ya! Benar! Akulah yang harus mengalahkannya. Termasuk semua hal buruk yang ada dalam diriku.

Terimakasih diriku karena sudah mengingatkan.

 

No comments:

Post a Comment

TULISAN KEPALA SEKOLAH - Dra. SITI NINA HERMINA, M.Pd

  SERBA SERBI BELAJAR PADA KONDISI PANDEMI COVID 19 (Dra.Siti Nina Hermina,M.Pd ,Kepala SMPN 4 PADALARANG)          Dalam kehidupan sehari-h...