Dear December
Karya: Alisha
Kring....24
Desember 2022,genap satu tahun kamu pergi untuk selamanya.Lee jaeyeon sahabatku
pergi ke surga.Aku selalu bermimpi buruk ia selalu menengkanku ketika aku
ketakutan, sedih, maupun gundah.Hanya dia orang yang bisa aku percaya.Orang tua
ku sudah bercerai dari aku berumur tiga tahun dan aku merasa tidak terlalu
dekat dengan keduanya karena mereka sibuk dengan pekerjaan
masing-masing.Rasanya hancur saat melihat orang yang paling aku percaya pergi
untuk selamanya,aku masih berharap itu semua adalah sekedar mimpi buruk dan aku
akan segera terbangun dari mimpi itu dan melihat dia berada di sampingku dengan
senyuman yang menenangkan.Namun semua yang sudah terjadi benar adanya dan aku
tidak bisa mengelak dari garis takdir yang telah ditetapkan.
PERTEMUAN PERTAMA
Di tanggal 23 Agustus 2016 jam 09:30 di taman belakang
sekolah.Saat itu kami masih berada di kelas 5 sekolah dasar.
"Hai..."sapa jaeyeon"kenapa kamu tidak ikut
berkumpul dan bermain dengan mereka?"tanya-nya
"Hai juga.."jawabku"aku tidak terlalu mengerti
dengan apa yang mereka bicarakan,aku tidak terlalu dekat dengan mereka juga,
jadi aku memilih untuk sendiri saja daripada tidak mengerti sama
sekali"sambungku"kamu anak baru itu yang baru pindah dari Korea itu
kan?"tanyaku "Iya"jawabnya singkat"kamu..kamu sendiri
kenapa berada di sini?"tanyaku"oh..aku memang lebih suka
sendiri,kalau berkumpul dengan banyak orang rasanya energi tubuhku jadi habis
dan lebih banyak diam, daripada aku merusak suasana mereka lebih baik aku pergi
dan sendiri saja"jelasnya"bolehkah aku duduk di ayunan
sebelahmu?"tanya-nya"oh iya.. silahkan"jawabku
"Omong-omong,lagu apa yang sedang kamu
dengarkan?"tanya jaeyeon lagi
"Ah ini?lagu dari Tulus'monokrom' kamu mau ikut mendengar
ini?"tanyaku"apakah boleh?" Tanya dia"Tentu saja
boleh" jawabku sambil melemparkan senyum manis dan menganggukkan
kepala,kami pun mendengarkan lagu itu bersama dan banyak mengobrol
bersama."bahasa
Indonesia kamu bagus juga"ucapku"iya karena keluarga
dari ibuku banyak yang berasal
Indonesia
jadi mereka banyak mengajarkan aku tentang Indonesia termasuk bahasa
Indonesia"jelasnya"wah..aku baru tahu"ia pun tersenyum mendengar
respon ku.Tak lama kemudian bel tanda masuk berbunyi kami pun masuk ke kelas.
Jam 12:30 tak terasa waktu pulang telah tiba "hei.."sapanya"mau
pulang
bersama?"tawarnya"boleh.. rumah mu
dimana?"tanyaku"di komplek ********* blok * no
3"jawabnya"wah dekat dengan rumahku hanya berbeda
blok
saja"ucapku"wah...benarkah?"tanyanya
antusias"iya!!"seruku.Tak lama kemudian kami sudah sampai di depan
rumahku.
"Mau masuk ke dalam?mama ku memasak *kimchi jjigae dan
*samgyetang mari makan siang bersama"ajakku"tidak usah,aku tik mau
merepotkan mama mu"tolaknya secara halus.Tiba-tiba ada suara yang
memanggil namaku.
"Huang Yeonji...kenapa tidak masuk di luar dingin habis
hujan tad-"ucap mama terpotong"eh..ada teman kamu juga masuk yuk di
luar dingin kan tadi habis hujan"ajak mama ku"apa tak apa?"tanya
jaeyeon berbisik kepadaku"tidak apa mari masuk"ajakku. "Mah ini
jaeyeon yang aku ceritakan,murid pindahan dari Korea"ucapku memperkenalkan
jaeyeon,"ah ini yang kamu ceritakan tampan juga"ucap mama sambil
tersenyum, jaeyeon tersenyum mendengar ucapan
mama"terimakasih"."kamu tinggal dimana?"tanya mamaku"di
komplek ini juga,di blok* no 3"jawabnya"wah tidak begitu jauh
ternyata, Yeonji baru pertama kali mengajak temannya datang kerumah,
sering-seringlah datang yah kamu"ucap mama sambil tersenyum."iya
nanti aku akan sering datang ke sini"ucap jaeyeon"Yeonji kamu asalnya
dari mana?"tanya jaeyeon"margamu terdengar seperti bukan asal dari
Indonesia
soalnya"sambungnya lagi"ah...itu aku mendapatkan
marga itu dari ayahku yang berasal dari China"jelasku"dan nama Yeonji
karena maknanya 'gadis pemberani dan kuat'dari bahasa
Tionghoa"jelasku"kamu
punya saudara?"tanyaku"aku punya saudara kembar namanya Lee Saeyeon
dia ada di sekolah yang sama dengan kita hanya berbeda kelas saja dia di kelas
A dan aku di kelas B,sifat kami jauh berbeda kata mama sifat Saeyeon lebih
dingin dan tidak terlalu memperdulikan sekitar,tapi jika sudah kenal dan dekat
dia akan sangat hangat seperti dia kepadaku kalau lagi bermain
bersama"jelas jaeyeon panjang lebar"kalau
kamu?"tanyanya"aku punya kakak laki-laki dia sangatlah
menyebalkan,namun dia sangat sayang padaku,namanya Huang Jinyoung,aku sayang
dia tapi benci di waktu yang sama"ucapku terkekeh"oh jadi gitu..kamu
benci Abang dan sayang diwaktu yang sama?oke gak akan Abang jajanin es krim
lagi"ucapnya di belakangku,reflek aku berbalik ke belakang dan melihat
sosok lelaki tinggi kekar sambil menyilangkan tangannya di dada"jangan
gitu dong aku hanya bercanda"ucapku sambil tersenyum kikuk"tidak aku
tidak akan jajanin es krim lagi"ucapnya jahil"yah Abang
mah"ucapku sambil memasang wajah cemberut.Jaeyeon yang melihat itu hanya
tertawa kecil.Selesai makan jaeyeon beranjak ingin pulang dan berpamitan dengan
mamaku"*阿姨(Ayi) aku pamit pulang dulu yaa"ucapnya
berpamitan"iya sering datang ke sini oke?"ucap mama"okeee
Ayi"jawabnya.
KJADIAN
YANG TIDAK BISA TERLUPAKAN
24 Desember 2021, Seoul Korea Selatan.Saat itu kami sedang
berjalan-jalan menikmati keindahan kota Seoul yang tertutup oleh
salju."Ingin minum yang hangat?"tanya jaeyeon"boleh,aku akan
mencari camilan untuk kita berdua kamu mau apa?"tanyaku"kita
berpencar okee"ucap
jaeyeon"aku mau *Bungeo-ppang dan *Tteokbokki kita berkumpul lagi
di mini market itu oke?"tanyanya sambil menunjuk mini market sebrang
jalan"oke"jawabku sambil mengacungkan jempol.setelah tiga puluh menit
kami berpetualang mencari camilan dan minuman, sesuai janji aku ingin menuju
kemini market sebrang jalan saat itu jam menunjukkan
pukul *10:30 am(22:30) waktu Korea.Aku mendengar ada suara
yang memanggil namaku"Yeonji itu kah kau? tunggu aku"ucap suara
itu.Saat aku berbalik untuk melihat siapa orang yang memanggil namaku,ada
sebuah truk pindahan yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi dan....BRUKKK
suara hantaman yang keras terdengar CIKIIIT....suara rem dadakan terdengar
BOMM...WUSHH.. mobil itu menabrak pembatas jalan dan terbakar,si sopir berhasil
selamat.Di sisi lain, seorang lelaki terlempar cukup jauh setelah dihantam oleh
truk pindahan dan sekarang terbujur kaku.Aku pun menghampiri tubuh itu dan
melihat sosok yang sangat aku sayangi bersimbah darah di tengah jalan.Aku pun
terkejut dan langsung tumbang "JAE BERTAHAN SEBENTAR LAGI
YA.."teriakku sambil menangis memeluk tubuh itu.Tak lama kemudian ambulans
datang dan membawa jaeyeon ke rumah sakit.
Saat jam 12:00am(00:00) aku sudah dibolehkan untuk melihat
jaeyeon.Saat sudah berada di dekat jaeyeon,dia menginstruksikan kepada ku agar
mendekat dan
berbisik"Ja..nga..n...men..a..ng..is..a..ku..ti..d..ak..su..ka..ka..mu..men..a..ngis"bisiknya
"Tidak aku tidak menangis"bantah ku
"A..ku..ca..pek..pengen...tidur"ucapnya dan NITTTT
suara alat monitor jantung berbunyi panjang yang menandakan bahwa sudah tidak
ada lagi sinyal jantung,dokter yang berada di luar ruangan langsung masuk dan
memeriksa keadaan jaeyeon dan mengatakan bahwa jaeyeon telah tiada.Rasanya
seperti mimpi bagiku aku sangat hancur dan tak percaya rasanya energi yang ada
didalam tubuh hilang dan seketika semuanya gelap.Saat bangun aku ada di kamar
rumah sakit dan ada Abang sedang tertidur di sofa rumah sakit.Saat aku melihat
jam sudah pukul 6am aku pun memanggil Abangku dan reflek Abangku terbangun dari
tidurnya dan langsung menghampiri ku yang sedang berbaring di tempat tidur
rumah sakit"kenapa dek?"tanya-nya"jaeyeon mana?"tanyaku
Abangku terlihat bingung untuk menjawab pertanyaan tersebut
dan aku tersadar"jaeyeon beneran udah gak ada?"tanyaku dengan tatapan
kosong.
Dan aku beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi
Abangku yang melihat itu menanyakan aku ingin kemana,dan aku menjawab kita
pulang saja.Abangku mencoba mencegah,tapi aku tetap bersikeras untuk tetap
Ingin pulang dan dia pergi menemui dokter dan dokter bilang aku sudah boleh
pulang dan di sarankan untuk tidak terlalu lelah untuk beberapa hari.Saat
sampai di rumah aku langsung masuk ke dalam kamar dan bersiap untuk ke
pemakaman dan mengantarkan jaeyeon untuk terakhir kalinya.Lee Jaeyeon
terimakasih untuk semua yang telah kita lewati aku berharap kita bisa bersama
di kehidupan selanjutnya,wo ai ni Lee Jaeyeon

No comments:
Post a Comment