Saturday, December 10, 2022

TULISAN SISWA - ADELIANI 8B

 


Bully

Karya: Adeliani

 

“Culun! Culun!” teriak beberapa orang.

“Diam!!!” ucap Sinta sambil meneteskan air mata.

“Guys, si culun udh mulai berani sama kita.” ucap Edo.

‘Plakkk’ satu tamparan menegenai pipi Sinta, siapa lagi kalu bukan Anisa. Sinta pun pasrah saja.

“Eh culun, kamu itu gak pantas ada di sekolah ini” ucap Anisa. Dia pun merobek buku Sinta. Sinta hanya diam tidak berani melawan.

Sinta sudah terbiasa dibully setiap ahri. Bullyan itu selalu menyertai Sinta sampai-sampai tasnya diinjak-injak oleh mereka.

“Kalian semua jahat. Kenapa kalian terus menerus membully aku?” teriak Sinta sambil menangis.

Sinta berlari meninggalkan kelas menuju gerbang. Dia sudah tidak tahan lagi berada di sekolah. Untung saja gerbang sekolah terbuka, jadi Sinta bisa kabur dari sekolah. Sambil menangis dia menyebrangi jalan raya tanpa melihat ada sebuah mobil yang sedang melaju kencang. Sinta pun tertabrak hingga terpental. Orang-orang yang melihat kejadian itu langsung menolong Sinta dan membawanya ke rumah sakit. Tidak lama setelah itu orang tua Sinta datang ke rumah sakit. Mereka menangis melihat anaknya tak sadarkan diri. Setelah menunggu operasi yang cukup lama, dokter pun keluar dan mengatakan bahwa Sinta tidak dapat diselamatkan.

Proses pemandian Sinta pun sudah selesai. Jenazah Sinta langsung di bawa ke rumahnya. Kabar meninggalnya Sinta sudah tersebar di sekolah. Teman-teman Sinta datang dengan rasa duka yang mendalam. Tak terduga, Edo dan Anisa juga datang. Mereka langsung bersimpuh kepada bundanya Sinta dan meminta maaf karena sudah membully Sinta.

Orang tua Sinta memaafkan dan tidak menyalahkan siapapun atas kejadian ini. Berkat kejadian ini, teman-teman Sinta berubah menjadi orang yang lebih baik.

No comments:

Post a Comment

TULISAN KEPALA SEKOLAH - Dra. SITI NINA HERMINA, M.Pd

  SERBA SERBI BELAJAR PADA KONDISI PANDEMI COVID 19 (Dra.Siti Nina Hermina,M.Pd ,Kepala SMPN 4 PADALARANG)          Dalam kehidupan sehari-h...