Hidup Adalah Hari Ini
Karya: Zahra Damayanti
Zahra adalah oarang yang ingin selalu nomor satu. Jika
ada ujian dia sekaku ingin selesai duluan. PR pun ia kerjakan sepulang dari
sekolah. Saking rajinnya, ia jarang sekali bermain bersama teman-temannya.
Memang hal itu tidaklah buruk, justru sangat baik.
Kebiasaan di atas, sudah dilakukan Zahra sejak duduk
di bangku SD hingga SMP. Prestasi di sekolahnya pun memang terbilang mentereng.
Ia selalu masuk 3 besar di kelasnya. Zahra dewasa dan mulai merenungi banyak
hal. Satu hal yang paling mengganggu pikirannya adalah mengenai kehidupan
sosialnya. Ia merasa tak mempunyai banyak teman karena terlalu sibuk belajar
untuk menyiapkan masa depan. Walau ia jago dalam urusan belajar, tapi hatinya
merasa hampa karena selalu sendirian.
Hingga tiba waktunya menjelang libur semster, ketika
teman-temannya sibuk menyiapkan liburan, Zahra justru siap-siap untuk kembali
belajar. Namun ia kembali merenung dan sedih lantaran tak ada satu pun yang
mengajaknya untuk pergi berlibur. Waktu liburan akhirnya tiba dan Zahra
menghabiskan waktu liburannya dengan belajar untuk semester selanjutnya.
Kembali sekolah, kini Zahra tampak lebih murung. Ia
murung berhari-hari dan diketahui oleh gurunya. Merasa khawatir, sang guru lalu
meminta Zahra untuk datang menemuinya. Awalnya Zahra bingung, apakah ia
melakukan kesalahan? Zahra pun bergegas menemui gurunya tersebut. “Zahra
kenapa?” Tanya gurunya. Zahra langsung menceritakan menegenai persoalan yang
sedang ia hadapi. Sang guru hanya memberikan pesan singkat, “Zahra, hiduplah
untk hari ini, biar esok menjadi misteri.” Tutur sang guru. “Maksudnya begini,
kamu boleh mengerjakan sesuatu untuk esok hari, tapi jangan smapai kamu hidup
terlalu cepat hingga tidak punya teman, ingat Zahra hiduplah hari ini.”
Kata-kata sang guru membuat ahra berpikir, ternyata ia
terlalu sibuk dan khawatir dengan masa depan, sedangkan masa sekarang ia
hiraukan.Sekarang Zahra mulai hidup perlahan dan tak serba cepat. Ia mulai bisa
menikmati hidup dan sedikit demi sedikit mempunyai teman.
No comments:
Post a Comment